Iron Man extremis 1My all time favorite super hero: IRONMAN is here! on my review!

Saya adalah penggemar Iron Man sebelum film nya muncul, dan jadi super freak fans nya ketika film nya saya tonton. seperti kata Stan Lee begitu melihat Robert Downey Jr. casting untuk jadi Tony Stark: “It’s HIM!”

But enough chit-chat and lets get down to business!

Yang saya review kali ini adalah komik Iron Man edisi Extremis, sebanyak 6 issues. Apa itu Extremis? Extremis adalah percobaan untuk militer yang sangat berhasil yang di kembangkan oleh Futurepharm, diciptakan oleh Dr. Maya Hansen: a super hottie scientist.

Apa yang dilakukan Extremis? Extremis adalah pengembangan dari obat halusinogen (narkotika) sejenis DMT (google it, its real). Narkotik jenis ini masuk ke tempat yang lebih jauh dari tempat penyimpanan memori otak manusia. Jika DMT digunakan, 60% manusia mengalami halusinasi yang sama, seperti kode 01010101110, ia masuk ke basic mathematical code of human dna (operating system for human).  Extremis adalah upaya untuk memodifikasi proses ini, anggap lah hacking human dna, menjadikan manusia untuk memodifikasi dirinya sendiri. Menjadikannya lebih baik, lebih powerfull, growing better organs – you named, it’s all the potential!

Pada terbitan pertama, kita dapat melihat kegalauan Tony Stark. His a techie you know? dan ia sampai di limit kemana arah penciptaannya untuk karya2nya. Ia membenci Iron Man armor, merasa semakin ia berusaha, semakin out to date Iron Man armor – and his right. Iron Man armor semakin oldiesh, walau ia nyaman berada di belakang topengnya.

extremis 2Dan satu lagi yang mengganggunya. Ia tidak dapat berada di dua tempat sekaligus, menjadi Tony Stark yang menyita waktu atau menjadi Out to date Iron Man.

Cerita berlanjut, Extremis dicuri oleh sekawanan renegade Ku Klux Klan (the good old days American patriot) bent on revenge to American government for killing their comrade. Walhasil extremis memberikan salah satu dari mereka (Mallen) kekuatan tanpa batas. Tubuh sekuat baja, kecepatan bagai cheetah, nafas api seperti naga dan aliran shock listrik.

Tony Stark maju menghadang sesuai permintaan tolong Dr. Maya Hansen, namun kalah langsung pada ronde pertama. Iron Man armor hancur lebur, tidak cukup kuat menghadapi Extremis.

Apa yang dilakukan Tony Stark? Extremis lah solusinya, ia memodifikasi Extremis untuk adaptif dengan tubuhnya sendiri. Me-link Iron Man armor dengan semua Stark Industries, internet dll langsung ke tubuhnya. Dengan cara ini, ia meng-upgrade kemampuan Iron Man.

Dr. Maya Hansen dan Prof. Sal Kennedy adalah tokoh2 baru dalam komik ini dan akan menjadi tokoh sentral di seri Iron Man selanjutnya.

Konklusi dari akhir seri ini? Tentu saja kejutan yang anda harus baca dari awal hingga tamat.

Kisah baru, menarik dan in depth perspektif tokoh Tony Stark? FIVE THUMBS UP ! ! ! ! ! !