Alright People ! ! ! Series kedua dari koleksi Invincible Iron Man 2008-2009 are here to get reviewed.

Series ini merupakan terusan dari series sebelumnya Extremis. Untuk itu,  saya quote mengenai akhir seri Extremis:

Untuk mengalahkan Mallen, Anthony Edward Stark menginjeksi dirinya dengan Extremis virus, membuat bio-interface antara dirinya dengan Iron Man armor, yang bukan hanya mengoptimalisasi secara full system Iron Man, namun juga dapat membuatnya mengakses seluruh jaringan komputer dan digital di seluruh dunia secepat pikiran (multitasking langsung melalui pikirannya).

Misalnya membeli barang lewat internet, mengadakan konfrensi pers, memimpin rapat Stark Industries dan mempiloti Iron Man armor semua dalam satu waktu! Akibat mempunyai kemampuan ini, Tony Stark menahan Dr. Maya Hansen atas tuduhan menjual Extremis pada teroris (setelah extremis terintegrasi, ia dapat mengakses file2 rahasia sehingga mengetahui fakta bahwa ternyata Dr. Maya Hansen lah pelaku utama dibalik semuanya)

Namun terjadi perubahan pada sifat dasar Tony Stark / complete personality change, ia menjadi lebih emosional dan unpredicted hingga membuat sesama anggota Avenger (Shield initiative – featured in the end of Iron Man the Movie after credits title with Samuel L Jackson as Nick Fury) menjadi curiga atas dasar segala perbuatannya (misalnya, menghentikan Crimson Dynamo dengan cara menghentikan jantungnya).

Tony Stark yang sekarang berdedikasi untuk membuat dunia dalam damai dimana semua peperangan adalah hal yang usang. Ia masuk pada tahap selanjutnya dalam evolusi Iron Man. Untuk mewujudkan itu, ia membuat project Argonout. Secara simplenya, Argonaut adalah penggandaan Iron Man armor/drone, masing2 dibuat dengan fokus tujuan yang berbeda, merupakan perpanjangan dari Iron Man dan dikendalikan oleh Tony Stark. Ada yang dibuat untuk misi di laut dalam, luar angkasa atau stealth bahkan sebuah Hulk buster.

Segala yang ia rencanakan hancur ketika pikirannya justru dimasuki hacker, hacker anak2 yang tak lain adalah putra Ho Yinsen. Pria yang menyelamatkan hidupnya di Afghanistan (same Yinsen is on the movie). Cara hackingnya? lihat saja komiknya. On and on; the kids makes Iron Man kills his enemy, the same enemy who kill his father Yinsen and his mother. Ketika Tony yang telah menjadi kriminal dan diburu oleh Shield dan Avenger, berikut Fantastic Four berhasil menjebaknya, this kid got killed by sniper under Shield.

Hal ini membuat Iron Man drone aktif secara otomatis, membuat kehancuran disana-sini. Semua super hero termasuk enhanced cybernetic Spiderman, Captain Amerika, Fantastic Four, X-Men tidak dapat mengendalikan situasi. Di akhir pertempuran, Tony harus menghentikan jantungnya sendiri untuk menonaktifkan Iron Man drone yang tersisa.

Ada yang sangat menarik disini, Tony Stark akhirnya tersadar bahwa apa yang diucapkan oleh Prof. Sal Kennedy. Iron Man, apapun tujuan pembuatannya, adalah tetap sebuah senjata. Betapa naifnya ia, selama ini menyempurnakan Iron Man demi selalu lebih maju, namun ia lupa menyempurnakan manusia dibelakangnya (secara moral maupun etikal). Ia menyadari Iron Man hakikatnya sama dengan sebuah pistol, its not the gun who is wrong, but man behind the gun is the responsible.

Dalam seri ini porsi Sal Kennedy dan Maya Hansen kembali menjadi alur cerita menentukan. Dan dalam akhir seri ini pula, timbul pokok pikiran dari lahirnya Registration Act yang akan bermuara pada Marvel Civil War. Dimana perang terjadi oleh dua idealisme, satu dipimpin oleh Captain Amerika dan satu lagi oleh Iron Man.

Just like reading a best quality novels, the story keeps bigger and better on Marvel Universe.

Thank you Marvel for this!🙂